Yogyakarta – Minggu, 14 Juni 2009 lima orang dari Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanoh Gayo (IPPMTG) Malang melakukan kunjungan silaturrahmi ke Sekretariat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Laut Tawar Yogyakarta (IPEMALUTYO) di Asrama Laut Tawar, Jl.Kyai Mojo JT/ I Pingit 264 Yogyakarta.
Kedatangan pengurus IPPMTG Malang untuk yang pertama kalinya ini disambut hangat oleh Pengurus dan Anggota IPEMALUTYO Yogyakarta. Tepat pada pukul 11.30 WIB, sesampainya di Asrama Laut Tawar, asrama khusus Mahasiswa Gayo, perwakilan dari pemuda, pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Malang ini langsung diajak ke ruang tengah asrama yang merupakan ruang pertemuan untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjama’ah, dan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah.
Kunjungan yang dipandu oleh salah seorang pengurus IPEMALUTYO sebagai moderator ini dibuka dengan sambutan selamat datang yang dilakukan oleh Surya Darma selaku Ketua IPEMALUTYO.
Dalam sambutannya, Surya mengatakan pihaknya memberikan apresiasi dan sangat senang atas kedatangan kawan-kawan Pengurus IPPMTG Malang, dan berharap kunjungan pertama ini dapat mempererat tali silaturrahmi sesama urang Gayo khususnya mahasiswa, pemuda dan pelajar yang tinggal di pulau Jawa.
Setelah memberikan sepatah-dua patah kata, Surya menjelaskan sedikit tentang kegiatan organisasi yang dipimpinnya bahwa dalam beberapa kesempatan organisasi ini turut mengirimkan wakilnya pada kegiatan-kegiatan seni budaya Gayo di Yogyakarta seperti menampilkan Tari Guel, Didong dan Saman. Diluar itu kegiatan rutin internal selain berkumpul juga mengadakan kegiatan olah raga seperti sepak bola.
Sesi selanjutnya giliran Ketua IPPMTG, Ilmiadi yang juga mewakili rombongan dari Malang menyampaikan terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh kawan-kawan mahasiswa, dan pelajar Gayo di Yogyakarta.
Ilmiadi, pemuda yang berasal dari Simpang Tiga – Bener Meriah ini menjelaskan motivasi IPPMTG untuk datang berkunjung menemui kawan-kawan di Yogyakarta telah lama direncanakan, namun baru bisa dilakukan saat ini.
Anggota IPPMTG ingin bertukar informasi dan melakukan kerjasama dalam pengembangan organisasi, selain itu juga turut memenuhi undangan untuk menghadiri acara wisuda Sabardi, salah seorang anggota IPEMALUTYO yang diadakan sehari sebelumnya di Kampus UMY Bantul.
Dalam acara ini turut hadir pengurus IPEMALUTYO periode terdahulu yang diwakili Yusra Tebe, Sabirin Melala Sagi, Marisa Dhani, dan beberapa orang lainnya. Yusra Tebe dalam penjelasannya tentang perjalanan dan perkembangan organisasi Gayo yang ada di Yogyakarta sejak tahun 2002 hingga saat ini menyebutkan bahwa sejak kepengurusan IPEMALUTYO yang pertama hingga sekarang yang kedelapan.
Menurut Yusra, intensitas kegiatan pertemuan antar sesama mahasiswa Gayo maupun dengan organisasi mahasiswa dari daerah lain khususnya mahasiswa Aceh mengalami pasang surut. Kondisi kurang hamonis hubungan tersebut semakin nampak pada beberapa tahun terakhir. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi kondisi keamanan dan politik lokal di Aceh yang kurang kondusif serta mulai ketatnya peraturan kampus dalam hal absensi menyebabkan mahasiswa mulai mengurangi aktifitas diluar kampus.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Yusra juga menginformasikan bahwa mahasiswa Gayo yang berada di Yogyakarta berdasarkan catatan terakhir Tahun 2005 jumlahnya tidak kurang dari 150 Orang, namun setelah tahun tersebut hingga sekarang belum ada pendataan ulang berapa jumlah mahasiswa Gayo yang ada di Kota Gudeg ini.
Selanjutnya mahasiswa asal Gayo Lues, Muhaimimi juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa Gayo tidak membeda-bedakan asal daerah, ia berharap baik urang Gayo dari Belang Kejeren maupun dari Takengon dan Bener Meriah menghilangkan sakwasangka buruk diantara sesama yang akhirnya berujung kurang harmonisnya hubungan sesama mahasiswa Gayo seperti yang terjadi selama ini, justru seharusnya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan komunikasi diantara Mahasiswa Gayo perantauan.
Di akhir sesi, rombongan mahasiswa dari Malang bersama mahasiswa Gayo dari Yogyakarta yang hadir dalam acara ini jumlahnya lebih kurang 25 orang dipersilakan untuk menikmati santap siang yang telah disediakan sambil beramah-tamah dengan sesama.
Setelah makan siang acara pun berlanjut. Kali ini adalah permainan Didong. Kedua pihak saling mempertunjukkan kebolehannya. Dari Grup IPPMTG Malang ada Ceh Irwan, sementara IPEMALUTYO sebagai tuan rumah memiliki Ceh Fitra. Kedua Ceh saling beradu syair dengan melantunkan syair-syair andalan dengan iringan penepok yang sangat semangat hingga membuat gema dari ruangan Asrama Laut Tawar itu terdengar keras keluar.
Setelah masing-masing membawakan sedikitnya lima Syair Didong, sesi ini tersebut ditutup dengan ”Pepongoten” yang dibawakan oleh Ceh Irwan yang membuat ruangan tadinya penuh dengan gemuruh gelak tawa hadirin karena mendengarkan Lirik yang lucu, berubah menjadi hening, yang terdengar hanyalah suara merdu seorang Ceh menyerupai perpaduan dua orang Ceh yakni Kabri Wali dan M. Isa Arita. Dari sisi belakang grup didong sayup-sayup terdengar suara isak tangis seorang ibu yang larut dalam bait-bait syair Pepongoten.
Usai didong, pengurus dan anggota dari kedua organisasi ini melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan setelah itu melanjutkan kembali acara diskusi hingga menjelang Maghrib. Sebelum acara berakhir Aman Sabardi, salah satu orang tua dari mahasiswa asal Isaq yang datang ke Yogyakarta untuk menghadiri wisuda anaknya yang juga turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa haru sekaligus bangga melihat usaha mahasiswa Gayo di Yogyakarta dan Malang untuk tetap menjalin dan meningkatkan silaturahmi antar sesama Urang Gayo di Perantauan.
Aman Sabardi berharap hal yang sama dilakukan oleh mahasiswa dan keluarga Gayo lainnya di daerah manapun mereka tinggal agar tetap menjalin komunikasi dan menjaga Silaturahmi. Di akhir ucapannya, beliau berdoa, semoga yang hadir dalam ruangan Asrama Laut Tawar ini menjadi orang-orang yang sukses dan berguna bagi keluarga, bangsa dan agama. Amin Ya Rabbal Alamin.

No comments:
Post a Comment